Sulistio Adi's Personal Page

Berbagi dalam bermatematika, berbudaya dan belajar

 

Cahaya Berbisik


Di suatu waktu dan tempat diantara keheningan terdengar bisikan-bisikan kecil dari cahaya. Sepintas lalu sebuah perenungan menghampiri benak yang terjaga di ujung malam. Perenungan tentang 73 golongan dalam agama kami. Banyak yang menamai golongan-golongan tersebut sehingga tersisa sebuah golongan yang bernama Ahlus Sunnah wal Jamaah.


Nama yang belakangan menjadi rebutan banyak kelompok ini muncul begitu saja ditengah perenungan tentang cahaya. Cahaya selalu identik dengan kebenaran dan pencerahan serta kesadaran yang lebih tinggi. Pada kenyataannya semua adalah cahaya, sedangkan gelap lahir karena sesuatu yang tidak membiarkan cahaya untuk menembusnya. Gelap dari bayangan. Seolah sang pencipta ingin mengatakan bahwa apa dari-Ku itu bila tidak kalian terima maka yang kalian dapatkan adalah kegelapan.


Dengarkanlah cahaya, ia menunjukkan warna-warna ia menunjukkan bentuk-bentuk, janganlah saling berebut menjadi sebuah saja. Bila kita saling memperebutkan apa yang disebut Golongan Selamat keniscayaan yang terjadi adalah kegelapan. Karena engkau yang ingin sesuatu satu hal saja, satu warna saja, itu bernama kegelapan. Bahkan tidak layak dalam gelap bernama warna. Ahlus Sunnah adalah hostnya pemilik, tuan rumah sunnah. Sunnatullah, Sunnaturasul, jadilah host bagi sunnah. Tunjukkan dunia warnamu, lihatlah warna dunia apa adanya melalui Mata Cahaya. Merah bukan hijau, tapi mereka dari cahaya, Cahaya hanya menunjukkan itu, tidak meniadakan satu maupun lainnya. Itu mungkin siratan Jamaah.


Pernahkah kita bertanya, kenapa perintah sepenting sholat tidak dihitam-putihkan setiap gerakannya, kedudukan pandangan, kedudukan tangan saat berdiri, kedudukan saat rukuk, kenapa tidak dihitam-putihkan agar semua gerakan benar-benar serempak dan tidak berbeda? Kenapa Tuhan berkehendak demikian sedangkan makhluk-Nya saling berebut benar?


Sudah terlalu lama cahaya berbisik, sudah terlalu lama kita tuli, maka lepaskanlah pandangan dari tulisan ini, lepaskanlah pemikiran dari opini ini. Lihatlah dunia, Lihatlah sang cahaya berbisik.